• Pelabuhan Sungai Jang No.38
  • (0771) 22153/ 0822 8522 4163
  • [email protected]
Logo Logo
  • Beranda
  • Profil
    • Overview
    • Visi & Misi
    • Struktur Organisasi
    • Tugas & Fungsi
    • Pimpinan
    • Satuan Kerja
    • Sumber Daya Manusia
  • Informasi Publik
    • Portal PPID
    • Standar Layanan
      • Maklumat Layanan
      • Waktu dan Biaya Layanan
    • Prosedur Pelayanan
      • Prosedur Permohonan
      • Prosedur Pengajuan Keberatan dan Penyelesaian Sengketa
    • Regulasi
    • Agenda Kegiatan
    • Informasi Berkala
      • LHKPN
      • LHKASN
      • Rencana Strategis
      • DIPA
      • RKAKL/ POK
      • Laporan Kinerja
      • Capaian Kinerja
      • Laporan Keuangan
      • Laporan Realisasi Anggaran
      • Laporan Tahunan
      • Daftar Aset/BMN
    • Informasi Serta Merta
    • Informasi Setiap Saat
      • Daftar Informasi Publik
      • Standar Operasional Prosedur
      • Daftar Informasi Dikecualikan
      • Kerjasama
  • Publikasi
    • Buku
    • Pedum/ Juknis
    • Infografis
  • Reformasi Birokrasi
    • Manajemen Perubahan
    • Deregulasi Kebijakan
    • Peningkatan Kualitas Pelayanan Publik
    • Penataan dan Penguatan Organisasi
    • Penataan Tata Laksana
    • Penataan Sistem Manajemen SDM
    • Penguatan Akuntabilitas
    • Penguatan Pengawasan
  • LAYANAN
Thumb
54 dilihat       10 Maret 2026

Petani Bintan Tetap Tanam Padi di Tengah Tantangan Cuaca, BRMP Kepri Beri Pendampingan

Bintan, 10 Maret 2026 — Semangat menjaga ketahanan pangan tetap ditunjukkan oleh para petani di Kabupaten Bintan, Kepulauan Riau. Meski hujan belum turun secara intensif dan kondisi cuaca kurang mendukung, Kelompok Tani (Poktan) Sri Mukti di Desa Gunung Kijang, Kecamatan Kijang, tetap melanjutkan budidaya padi. 

Kelompok tani yang dipimpin Miswandi ini mengambil langkah berani dengan beralih dari sistem sawah irigasi ke budidaya padi di lahan kering. Upaya tersebut dilakukan untuk memastikan kegiatan tanam tetap berjalan sekaligus mendukung program swasembada pangan di Kabupaten Bintan.

Pada Selasa (10/3/2026), Penanggung Jawab Program Swasembada Pangan Provinsi Kepulauan Riau sekaligus Kepala Balai Besar Penerapan Modernisasi Pertanian (BRMP) Kepri, Rudi Hartono, turut hadir dalam kegiatan tanam bersama padi varietas unggul baru (VUB) Inpari 38 Tadah Hujan Agritan. Ia didampingi Penanggung Jawab Swasembada Pangan Kabupaten Bintan Melli Fitriani serta Ketua Kelompok Substansi Penerapan dan Penilaian Kesesuaian BRMP Kepri, Firsta Anugerah Sariri.

Kegiatan ini juga melibatkan tim kerja penyuluhan pertanian Provinsi Kepri dan Kabupaten Bintan, serta anggota Poktan Sri Mukti yang secara bersama-sama menanam padi di lahan kering.

Menurut Rudi Hartono, kehadiran BRMP Kepri bertujuan memberikan dukungan moral sekaligus pendampingan teknis bagi petani agar tetap optimistis menanam padi meskipun kondisi cuaca belum stabil. Ia menegaskan bahwa pihaknya bersama penyuluh pertanian lapangan (PPL) akan melakukan pendampingan penerapan standar budidaya padi lahan kering, termasuk penerapan standar SNI IndoGAP. Pendampingan ini diharapkan mampu meningkatkan produktivitas padi petani dalam tiga bulan ke depan.

Bagi Miswandi dan anggota Poktan Sri Mukti, musim tanam kali ini menjadi pengalaman baru karena untuk pertama kalinya mereka menanam padi di lahan kering akibat keterbatasan air untuk irigasi.

Sementara itu, berdasarkan informasi resmi dari Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), wilayah Kepulauan Riau saat ini sedang mengalami penurunan curah hujan. Kondisi tersebut dipengaruhi oleh konsentrasi Zona Konvergensi Intertropikal (ITCZ) yang berada di wilayah Sumatera, Jawa, Bali, dan Nusa Tenggara. Akibatnya, massa udara tertarik ke wilayah tersebut sehingga memicu angin kencang di Kepri dan menghambat pembentukan awan hujan. 

BMKG mencatat hingga akhir Februari 2026, wilayah Kepri masih berpotensi mengalami hari tanpa hujan (HTH) yang cukup tinggi. Curah hujan dengan intensitas sedang diperkirakan lebih dulu terjadi di Kabupaten Lingga dan Karimun pada dasarian ketiga Februari. Sementara wilayah lain, termasuk Kabupaten Bintan, diprediksi baru akan menerima hujan pada dasarian ketiga Maret 2026, dengan puncak musim hujan pertama diperkirakan terjadi pada April 2026.

Menyikapi kondisi tersebut, Rudi Hartono mengimbau para penyuluh pertanian untuk aktif mendampingi petani lahan kering dalam mengelola kebutuhan air tanaman. Pengelolaan ini penting agar ketersediaan air bagi pertumbuhan padi tetap terjaga setidaknya hingga dua minggu ke depan, sambil menunggu turunnya hujan yang cukup.

Kolaborasi antara petani, penyuluh, dan pemerintah ini diharapkan mampu menjaga keberlangsungan pertanaman padi di tengah tantangan cuaca. Dengan semangat gotong royong tersebut, ketahanan pangan di Kepulauan Riau, khususnya di Kabupaten Bintan, diharapkan dapat terus terjaga secara berkelanjutan.

Prev Next

- BSIP Kepulauan Riau


Pencarian

Berita Terbaru

  • Thumb
    Hemat Air hingga 20%, Kementan Dorong Pengelolaan Air Sawah Hadapi Kemarau
    27 Mar 2026 - By BSIP Kepulauan Riau
  • Thumb
    BRMP Kepri Bergerak Cepat jawab Arahan Mentan: Diseminasi Padi Tahan Kekeringan Hadapi Kemarau 2026
    27 Mar 2026 - By BSIP Kepulauan Riau
  • Thumb
    Hari pertama bekerja Taman Agromodern BRMP Kepri Panen berlimpah Jagung dan Aneka Sayuran
    25 Mar 2026 - By BSIP Kepulauan Riau
  • Thumb
    Hadapi Kemarau Lebih Awal, Kementan Dorong Pemanfaatan Varietas Padi Adaptif
    15 Mar 2026 - By BSIP Kepulauan Riau
  • Thumb
    Petani Lahan Kering Bintan Panen Padi dan Jagung Sekaligus Lewat Sistem Tumpang Sari
    15 Mar 2026 - By BSIP Kepulauan Riau

tags

BRMP Benih Unggul Kementerian Pertanian Produksi Padi Swasembada Beras

Kontak

(0771) 22153/ 0822 8522 4163
(0771) 26285
[email protected]

Jl. Pelabuhan Sungai Jang No.38, Tj. Ayun Sakti, Kec. Bukit Bestari, Kota Tanjung Pinang, Provinsi Kepulauan Riau 

Website : https://kepri.brmp.pertanian.go.id/

 

© 2025 - 2026 Balai Penerapan Modernisasi Pertanian Kepulauan Riau. All Right Reserved